Minggu, 31 Mei 2009

Pelajaran Bagi Orang Yang Mengerti

[5:104] Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul." Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya." Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk ?

[47:19] Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.

[9:113] Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam. [9:114] Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.

[19:41] Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi. [19:42] Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun? [19:43] Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. [19:44] Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. [19:45] Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan." [19:46] Berkata bapaknya: "Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama." [19:47] Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. [19:48] Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku." [19:49] Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak, dan Ya'qub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi. [19:50] Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.

[29:12] Dan berkatalah orang-orang kafir kepada orang-orang yang beriman: "Ikutilah jalan kami, dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu", dan mereka (sendiri) sedikitpun tidak (sanggup), memikul dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka adalah benar-benar orang pendusta. [29:13] Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban- beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.

[6:164] Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.

[41:46] Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya.

[2:286] Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

[2:123] Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

[29:6] Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

[36:54] Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.

[17:15] Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng'azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

[53:36] Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran- lembaran Musa? [53:37] dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? [53:38] (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, [53:39] dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, [53:40] dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). [53:41] Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.

[31:33] Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.

[5:100] Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan."

[25:41] Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan): "Inikah orangnya yang di utus Allah sebagai Rasul?. [25:42] Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan- sembahan kita, seandainya kita tidak sabar(menyembah)nya" dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya. [25:43] Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?, [25:44] atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).

[28:56] Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. [28:57] Dan mereka berkata: "Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami." Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh- tumbuhan) untuk menjadi rezki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

[14:22] Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu." Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. [14:23] Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam syurga itu ialah "salaam".

[25:30] Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan." [25:31] Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.

[29:49] Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.

[22:52] Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat- Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, [22:53] agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat, [22:54] dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.

[28:83] Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. [28:84] Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan. [28:85] Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah: "Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata."

Rabu, 27 Mei 2009

Perjalanan Yang Singkat

Dalam sebuah perjalanan, diatas bus aku duduk dideretan sebelah kanan, tepatnya dibelakang supir. Malam itu bus melaju kencang, speedometer merapat ke angka 100km/jam, malam yg gelap,tanpa ada sinar bulan, juga samping kiri dan kanan tidak berlampu jalan.

Sebelah kiri jalan ada sungai yg panjang, sebelah kanan jalan ada area persawahan yang luas. Dibagian jalan beraspal hotmix itu ada banyak rel lori melintasinya, malam itupun ada beberapa lori yang lewat, dengan tanda lampu kecil, agar supaya kendaraan berhenti dan tidak sampai menabrak lori pengangkut tebu yang lewat.


Disaat pikiran mencoba menata mencari makna sesuatu, sebuah sedan mewah menyalip dengan laju yang sangat kencang, dengan lampu halogennya yang amat terang. Dalam waktu yang tidak lama sudah lenyap dalam pandanganku yg duduk dibangku terdepan, hanya tampak sorot lampunya yg kelihatan makin kecil.

Dalam bis itu aku berpikir ulang, andaikan sedan mewah yang melaju sekencang dan secepat itu, tiba-tiba semua instrumen kelistrikannya putus, sehingga semua lampunya padam, padahal jalan didepan berbelok dengan pagar pembatas dari besi ddan beton, pastilah akan menabrak dan hancur berantakan karena tidak tahu lagi arah yang benar.

Bis yang aku naiki tetap jalan dengan kecepatan yang hampir konstan, membawaku dalam perjalanan dari Jember menuju Probolinggo. Aku melayangkan segala pikiranku kemana-mana, menyatukan berbagai hal, menghubungkan berbagai hal tersebut, berusaha membuat arah tautan yang dapat kujadikan pelajaran.

Aku mencoba merasakan suatu tautan-tautan itu, andaikan manusia dalam kehidupan yang amat gelap ini berjalan tanpa sebuah cahaya penuntun, apalah artinya. Tentunya akan berjalan dengan tanpa tahu arah yang benar, mana jalan salah dan mana jalan yang benar, dan akhirnya akan membawa celaka.

Demikian pula meskipun mereka sudah diberi pelita penerang, namun pelita itu tidak digunakan sebagaimana mestinya, malahan pelita itu dilempar kebelakang punggungnya, akankah bisa menyelesaikan seluruh perjalanan dengan selamat sampai tujuan.


Rasa kantuk mulai menyelimuti mataku, karena seharian itu aku belum juga istirahat, sehingga bis yang melaju kencang itu seperti menina-bobokkan aku. Tak terasa akupun tertidur dan baru terbangun ketika sudah hampir memasuki terminal Probolinggo.

Namun perjalanan masih panjang, aku biarkan diriku kembali dalam buaian bis yang melaju kencang itu. Kiranya kita kembali disadarkan oleh ALLAH SWT dengan Firman-NYA;

"QS Asy Syuura[42:52] Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruuhan (wahyu, Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. [42:53] (Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan."

Minggu, 03 Mei 2009

Sepatutnya Kita Bertanya

Ketika kita, makhluq yang bernama manusia mau sedikit menggunakan potensi berpikir kita dengan benar maka kita akan lebih dulu bertanya kepada dirinya sendiri. Disaat usia kita memasuki dewasa dan kita berpikir tentang diri kita sendiri dengan sebuah pertanyaan, dimana diri kita seratus tahun sebelumnya, dan bisa disebut apa diri kita saat itu.

Disaat kita lahir, tak ada sesuatupun yang kita ketahui dan kita ingat, ketika orang banyak mengerubuti kita, mereka tertawa riang, bangga dengan kelahiran diri kita, dan disaat itu kita justru menangis dan dibuat menangis, karena tanpa menangis organ tubuh kita tidak akan bekerja dengan sebaik-baiknya. Dengan menangis itulah organ dalam tubuh kita mulai bekerja dengan proporsional.

Hari demi hari kita lalui, sampai usia kita menjadi dewasa, sedangkan masih banyak hal yang belum bisa kita temukan jawabannya. Bahkan kitapun justru menderita sebuah penyakit dunia modern, penyakit yang memang banyak dialami dan diderita kebanyakan orang, penyakit yang mematikan potensi besar manusia, yakni penyakit "malas berpikir".

Sementara itu waktu terus berputar tanpa komentar apapun tentang diri kita, dia berjalan tanpa memperhatikan apapun perbuatan yang kita lakukan, dia hanya menjadi saksi bisu atas segala yang terjadi padanya, diam ataukah bergerak, salah ataukah benar, dia hanya menyaksikan saja.

Disuatu saat nanti, tentang seratus tahun kedepan, kitapun seharusnya akan bertanya pula tentang saat itu. Dimana kita nanti akan berada, disebut apakah diri kita saat itu, apa aktifitas yang kita lakukan saat itu, dalah sebuah pertanyaan yang seharusnya menggelitik akal pikiran dan hati kita.

Saat ini kita disini, disebuah tempat kecil, bahkan tempat kita berpijak saat ini tidak akan dapat terlihat jika berada di ketinggian sepuluh ribu meter diatas tempat kita berpijak saat ini, apalagi kitapun berada diantara rerimbunan pohon-pohon dan gedung-gedung yang besar.

Diantara kelahiran dan kematian itulah kita disebut berada dan tinggal pada arena kehidupan, yang itupun masih harus dipisah dan dibagi lagi, ada masa kita belum dewasa yang sering disebut sebagai masa anak-anak, dan ada masa lain yang saat itu kita memikul sebuah tanggung jawab, yang harus kita pertanggung jawabkan kelak tentang segala apapun perbuatan yang memang telah menjadi pilihan kita.

Sejenak mari kita perhatikan pernyataan ini; "[76:1] Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? [76:2] Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat."

Seharusnya menusia modern berpikir dan bertanya kepada dirinya sendiri atas beberapa pertanyaan; siapa sebenarnya saya, darimana saya datang, untuk apa saya ada, kemana saya akan pergi.

Setelah itu mari segera kita cari jawabannya.