Senin, 22 Juni 2009

Ribuan Orang Turut Berjasa

dolphin


Seringkali manusia merasa bangga dengan keberhasilannya. Misalnya, seseorang yang lulus UNAS (ujian nasional). Bisa dimaklumi jika ia merasa senang akan keberhasilannya. Namun, patutkah ia merasa sombong, menganggap kecerdasannya sebagai penentu utama kelulusan itu?

Marilah bernalar untuk menjawab pertanyaan di atas. Mari kita coba pikirkan secara jujur apa saja yang menjadikan orang tersebut lulus dalam ujiannya.

Tak dipungkiri, persiapan matang dan kerja kerasnya dalam belajar merupakan penentu penting. Tapi mungkinkah ia belajar keras tanpa makan, minum, penerangan, buku, alat tulis, lembaga pendidikan? Jawabannya: mustahil. Artinya, orang-orang yang berjasa dalam tersedianya bahan makanan dan minuman seperti petani, pedagang, pembuat sumur, petugas penjernihan air, dan sebagainya, juga bersumbangsih dalam kelulusannya. Ini bermakna pula keberhasilannya tak luput dari jasa karyawan perusahaan listrik, pegawai perusahaan buku, kertas, alat tulis, penerbitan, guru dan karyawan lembaga pendidikan.

Keberhasilannya dikarenakan pula dukungan sarana transportasi ke tempat ujian. Orang-orang yang turut menghasilkan kendaraan, membuat jalan, menjadi sopir angkutan atau petugas perusahaan bahan bakar minyak juga turut andil dalam memperlancar dirinya sampai di tempat ujian dengan selamat. Saudara, tetangga, orang di jalanan yang ia lalui di hari ujian, bahkan semua orang di sekelilingnya pun termasuk yang menentukan keberhasilannya. Mengapa? Sebab di hari itu, tak satu pun dari mereka yang melakukan perbuatan yang berakibat gagalnya ia menempuh ujian.

Jika dihitung semua, sekitar puluhan bahkan mungkin hingga ribuan orang yang sebenarnya turut andil dalam kelulusannya. Segala kecerdasan otak dan persiapan matangnya takkan menjadikannya lulus ujian jika perjalanannya ke tempat ujian mengalami kecelakaan mematikan akibat sopir angkutan umum yang ceroboh, atau orang jahat yang melukainya hingga parah untuk merampoknya menjelang ujian, dan sebagainya. Kesimpulannya, seluruh orang yang turut berjasa, namun yang seringkali ia lupakan ini, seolah melakukan tugasnya masing-masing demi memudahkannya lulus ujian masuk perguruan tinggi. Padahal ia sama sekali tak pernah meminta, memerintahkan atau mengendalikan mereka semua untuk membantu mewujudkan cita-citanya.

Demikianlah, tidak sepatutnya orang merasa sombong dan hebat dengan pencapaiannya. Sebaliknya, kebahagiaan karena keberhasilan itu hendaknya diiringi rasa terima kasih kepada orang lain yang telah ikut berjasa, rasa syukur dan rendah diri di hadapan ALLAH SWT, Pemberi sejati keberhasilan itu.

Sabtu, 20 Juni 2009

Selamat Jalan Rajawali

dolphin


Ketika pertama kali kita bertemu
Saat kau duduk termangu
Dalam kebekuan suasana itu
Kucoba tuk sapa dirimu

Walau ada sedikit rasa keangkuhan
dan kecemburuan serta rasa tak enak dalam hati
Namun,,,
Hari demi hari semua itu berganti
menyatukan semua unsur itu
menjadi satu senyawa yang solid
dengan struktur oktahedron yang kokoh

Saat cerita itu dimulai
Seekor anak burung rajawali sedang sedih
karena dia melihat sosok rajawali dewasa diangkasa
yang terbang dengan kegagahannya
kemilauan sayapnya yang mengepak kuat

sedangkan dia,,,
ada dalam kumpulan anak-anak ayam dan induknya
itu karena badai besar yang melanda
mendamparkan telur rajawali itu di perkampungan

namun untungnya masih ada remaja yg menyelamatkannya
menaruh telur itu diantara telur ayam piaraannya
yang sedang dierami induk ayam yang sabar

saat kecil dulu dia menikmati hidup bersama saudaranya
anak-anak ayam yang harus mencakar-cakarkan kakinya ketanah
demi mencari seekor cacing kecil atau rayap dibawah pohon

kini dia mulai gelisah
impiannya mulai lain dari saudaranya sesama tetasan
keinginan untuk bisa terbang tinggi
melihat alam luas dengan bebas dari atas
mencari makan di daerah yang luas

",,, rasanya aku ingin seperti dia,
terbang dengan gagah, bebas menjelajah angkasa,
hinggap ditempat yang tinggi,
melihat indahnya dunia yang luas,,,," katanya dalam hati,
dan,, akhirnya disampaikannya juga pada saudaranya,,
juga pada induknya,,,

",,, hai,, kau,, jangan mimpi,,
hidupmu diatas tanah,,kau harus mengorek tanah,,,
mencari makan dari sana,, apa kamu gila,,," kata saudaranya,
saling bersahutan kata-kata itu,, ",, apa kamu sudah gila,,,"

",,, anakku,,, benar saudara-saudaramu,,, sudahlah,,,
terima nasib kita ini,,, dan kita memang seperti ini,,,
kita bahagia dengan kenyataan ini,,,
lupakan impianmu anakku,,," nasehat induk ayam bijaksana itu

tiap kali malam datang,,, impiannya makin mengganggu tidurnya,,
bila siang datang,,, rasa sedih itu selalu menemaninya,,,

",,,hai anak muda,,," teriakan keras itu mengagetkannya,
"mengapa kau hanya diam,,, aku tahu kau ingin seperti aku,,,
ayo gerakkan sayapmu,,, kamu pasti bisa,,,"
rajawali dewasa yang gagah itu lewat diatasnya

",,, tapi,,, aku tidak bisa,,, aku hanya bisa mengorek tanah,,,
biarlah aku seperti ini,,, induk dan saudaraku menasehatiku selalu,,
untuk tetap menerima dan menikmati semua ini,,,"

",,, ok,, tapi kutunggu kamu diatas sana,,,"
rajawali perkasa itu segera pergi dan terbang tinggi

pertarungan dalam hatinya begitu hebat
",,,apa kamu gila,,, kita ini hidupnya diatas tanah,,,,
bukan diangkasa,,, apa kamu gila,,,"
",,,hai anak muda,,, ayo,, kamu pasti bisa,,,
tempat kamu disini,,, diangkasa,,,"

satu sampai dua kali tiap minggu rajawali itu datang
dan selalu seperti itu yang dikatakan dengan kerasnya
dan selalu mengagetkan
",,, hai anak muda,,, ayo,,, kepakkan sayapmu,,, kesini,,,
kenapa kau hanya disitu,,, itu bukan tempatmu,,,,"

hari demi hari terus berganti
sang rajawali perkasa akhirnya hilang kesabarannya
disaat rajawali muda itu lengah
dari ketinggian yang cukup tinggi
dia melesat dengan cepatnya
menukik dan menyambar rajawali muda
dengan cengkeraman yang kuat
dibawanya rajawali muda keangkasa
terbang tinggi dan tinggi terus menuju langit

tanah sudah tidak lagi terlihat
tapi,,,
rajawali muda terus dibawanya dalam cengkeramannya

"tolooongg,,,, tolong lepaskan,,,kau apakan aku,,"
teriakan itu terus diucapkan sampai suaranya habis

",,,hai anak muda,,, sekarang tidak ada pilihan lain,,,
aku akan lepaskan kamu disini,,,
terserah kamu,,, kamu mau diam,,
terjun dan mati terhempas ketanah,,,
ataukah kamu berusaha keras,,,
tuk kepakkan sayap yang kau punya itu,,
selamat tinggal,,,"

rajawali perkasa itu melepaskan cengkeramannya,
meninggalkan sendiri,, membebaskannya untuk memilih
diam atau berusaha,, hidup atau mati,,,

",,ooo,,, toloong,,," teriak rajawali muda sangat ketakutan
akhir rajawali muda itu mencoba membuka sayapnya

"..ooo... tolong,,," jatuh berputar-putar dalam kebingungan
dia kepakkan sayapnya sekuat tenaga
sayap yang terbuka itu mulai bekerja
mulai menahan kecepatan jatuh bebasnya

dia berusaha dengan kuat untuk mencari keseimbangan diri

dia menata dan memfocuskan gerakan sayap-sayapnya
akhirnya,,,,

",,,hah,, aku tidak jatuh terus,,, hah aku meluncur diawan,,
hah,,,aku bisa naik,,,"

",,haahhh,,, AAAAKUUU BIIISAAAA,,," teriaknya
"AKU BISA,,,"

Terbanglah rajawali dengan gagahnya,
bulunya yang indah, kemilau tertimpa cahaya surya.

Dua tahun sudah kita bersama,,,
Selamat jalan rajawali,,,
terbanglah tinggi,,,
kamu bisa,,,

Jaga almamatermu,,,
Sukses selalu buatmu,,,

Senin, 08 Juni 2009

Katak-katak Dalam Kubangan Susu

dolphin


Disuatu pagi katak-katak muda pergi bermain-main. Ratusan katak itu riang gembira bermain ditempat yang belum pernah mereka kunjungi.

"Hai teman-teman, ayo sekarang kita berlomba menunjukkan kecepatan lari kita masing-masing" kata salah satu katak itu,
"Ayooo,, siapa takut,,, " timpal katak-katak lainnya,
"Kalau begitu kita akan lari secepat-cepatnya dan sejauh-jauhnya,,"
"OooKkkeee,,, aayoooo,,, laaariiii,,,"

Mereka berlarian dengan lompatan yang jauh, cepat dan gesit, saking gembiranya mereka tidak sadar didepan ada kolam yang tidak berisi air, tapi kolam itu berisi susu segar.

Akhirnya ratusan katak-katak itu jatuh masuk ke kolam susu tersebut.

Mulailah katak-katak yang tercebur itu berusaha keluar dari kubangan susu yang bisa menenggelamkan mereka. Mereka berusaha mengayuh kakinya sekuat tenaga, berusaha melompat keluar dari kubangan susu itu. Namun rupanya katak-katak muda itu belum ada yang berhasil, disamping karena cukup dalam untuk ukuran katak-katak muda juga dindingnya lumayan cukup tinggi.

Semula katak-katak muda yang diatas memberikan semangat, namun lama kelamaan mereka hanya diam termangu melihat teman-temannya dalam kubangan susu itu. Akhirnya sampailah katak-katak yang diatas itu mencemooh dan mengejek.

"Aaah percuma saja kamu berusaha, kamu nggak akan bisa naik keatas sini, sudahlah menyerah saja, mati saja tenggelam dalam kubangan itu,,," teriak salah satu katak diatas,

Kata-kata itu justru disambut teriakan katak-katak lain, "yaa,, percuma saja, buat apa kalian berusaha,,, menyerah saja,, tenggelam saja,, mati saja,,,"

Akhirnya semua katak yang diatas mulai meneriakkan hal yang sama " sudahlaahh, percuma,, ayo menyerah saja,, tenggelam saja,, mati saja,,,"

Semula katak-katak yang tercebur itu tidak mempedulikan, mereka tetap mengayuhkan kakinya, berusaha untuk melompat keluar dari kubangan susu itu, namun akhirnya satu persatu katak-katak itu mulai terpengaruh juga oleh teriakan katak-katak yang diatas.

"ayoo,,, menyerah saja,,, tenggelam saja,, mati saja,,, percuma berusaha,,, kamu pasti mati,,,"

Berkali-kali dan terus menerus teriakan itu makin keras, katak-katak diatas makin menikmati teriakan mereka, dan melihat katak-katak dalam kubangan susu itu mulai putus asa.

Akhirnya satu persatu katak-katak dalam kubangan itu mulai berhenti mengayuhkan kakinya, mereka mulai tenggelam, dan,,, mati.

Katak-katak yang diatas lebih lantang berteriak, "ayoo,,, menyerah saja,,, tenggelam saja,, mati saja,,, percuma berusaha,,, kamu pasti mati,,,"

"ayoo,,, menyerah saja,,, tenggelam saja,, mati saja,,, percuma berusaha,,, kamu pasti mati,,,"
"tuh lihat teman-teman disamping kamu,,, mereka mulai tenggelam,,, mereka mulai mati,,,"
"percuma,,, mati saja sekalian,,, sudahlah,, menyerah saja,,,"

Begitulah saling bersahutan teriakan katak-katak yang diatas. Satu persatu katak-katak dalam kubangan susu itu berhenti mengayuh, diam, tenggelam dan tidak muncul lagi, mati.

Seiring teriakan yang semakin keras dari katak-katak yang diatas, ada seekor katak yang tetap mengayuhkan kaki-kakinya, bahkan semakin keras dia mengayuh, sementara disampingnya banyak yang sudah menyerah, diam, tenggelam, dan mati.

"percuma,, ayoo,, mati saja,,, tenggelam saja,," teriakan itu menjadikan katak-katak dalam kubangan susu itu kehilangan harapan untuk bisa keluar, mereka mulai diam, tenggelam, dan mati.

"tuh lihat teman-teman disamping kamu,,, mereka mulai tenggelam,,, mereka mulai mati,,,"
Teriakan itu menjadikan seekor katak semakin bersemangat, sementara teman-temannya sudah hampir semuanya tenggelam.

"percuma,, ayoo,, mati saja,,, tenggelam saja,," benar teriakan-teriakan itu menjadikan semua katak diam tenggelam dan mati, kecuali seekor katak itu.
Dia semakin kuat mengayuhkan kakinya.
"percuma,, ayoo,, mati saja,,, tenggelam saja,,"
"tuh lihat teman-teman kamu,,, mereka tenggelam,,, mereka mati,,, tinggal hanya kamu,,, "

"sudahlah menyerah saja,,, mati saja,,,"
Teriakan itu semakin keras, namun malah menjadikan satu-satunya katak yang ada dalam kubangan semakin keras mengayuhkan kakinya.
"sudahlah menyerah saja,,, mati saja,,,"

Karena goncangan yang dilakukan sejak awal oleh kaki-kaki ratusan katak yang kuat mengayuh dan menyerah hingga tertinggal seekor katak, susu itu semakin hangat dan semakin hangat, akhirnya,,,

"HUP" satu-satunya katak itupun berhasil melompat keluar, susu itu mengeras dan menjadi keju untuk berpijak dan melompat.

Semua katak yang diatas heran,, bagaimana,, mengapa itu,, bisa terjadi,,?

Yach,,, karena,, katak yang satu itu "TULI" sehingga dia tidak bisa mendengar teriakan-teriakan itu,,, dan melihat gerak-gerik katak-katak yang diatas,, dia menganggap itu adalah motivasi untuk dirinya,,,

Nah,,, apakah kita akan menyerahkan dream kita,,, goal kita,,, cita-cita kita untuk dicuri orang lain,,?
Apakah kita membenarkan ejekan teman-teman kita yang diatas,, bahwa kita tidak bisa,,?
Kita tidak boleh ragu, kita harus menang, kita harus sukses, sukses dunia, dan akhirat, tentunya AL-QUR'AN adalah sumber motivasi yang terbesar, yang lebih besar dari cerita manapun juga, asalkan kita memahami hikmahnya.

[36:76] Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

[49:15] Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.

[9:33] Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.

Minggu, 31 Mei 2009

Pelajaran Bagi Orang Yang Mengerti

[5:104] Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul." Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya." Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk ?

[47:19] Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.

[9:113] Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam. [9:114] Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.

[19:41] Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quran) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi. [19:42] Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; "Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun? [19:43] Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. [19:44] Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. [19:45] Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi syaitan." [19:46] Berkata bapaknya: "Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama." [19:47] Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. [19:48] Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku." [19:49] Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak, dan Ya'qub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi. [19:50] Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi.

[29:12] Dan berkatalah orang-orang kafir kepada orang-orang yang beriman: "Ikutilah jalan kami, dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu", dan mereka (sendiri) sedikitpun tidak (sanggup), memikul dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka adalah benar-benar orang pendusta. [29:13] Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban- beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.

[6:164] Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.

[41:46] Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya.

[2:286] Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

[2:123] Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendak-Nya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.

[29:6] Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

[36:54] Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.

[17:15] Barangsiapa yang berbuat sesuai dengan hidayah (Allah), maka sesungguhnya dia berbuat itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan meng'azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.

[53:36] Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran- lembaran Musa? [53:37] dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? [53:38] (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, [53:39] dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, [53:40] dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). [53:41] Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna.

[31:33] Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.

[5:100] Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan."

[25:41] Dan apabila mereka melihat kamu (Muhammad), mereka hanyalah menjadikan kamu sebagai ejekan (dengan mengatakan): "Inikah orangnya yang di utus Allah sebagai Rasul?. [25:42] Sesungguhnya hampirlah ia menyesatkan kita dari sembahan- sembahan kita, seandainya kita tidak sabar(menyembah)nya" dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab, siapa yang paling sesat jalannya. [25:43] Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya?, [25:44] atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).

[28:56] Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. [28:57] Dan mereka berkata: "Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami." Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh- tumbuhan) untuk menjadi rezki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

[14:22] Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu." Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih. [14:23] Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam syurga itu ialah "salaam".

[25:30] Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan." [25:31] Dan seperti itulah, telah Kami adakan bagi tiap-tiap nabi, musuh dari orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Tuhanmu menjadi Pemberi petunjuk dan Penolong.

[29:49] Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.

[22:52] Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat- Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana, [22:53] agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat, [22:54] dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.

[28:83] Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. [28:84] Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan. [28:85] Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah: "Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata."

Rabu, 27 Mei 2009

Perjalanan Yang Singkat

Dalam sebuah perjalanan, diatas bus aku duduk dideretan sebelah kanan, tepatnya dibelakang supir. Malam itu bus melaju kencang, speedometer merapat ke angka 100km/jam, malam yg gelap,tanpa ada sinar bulan, juga samping kiri dan kanan tidak berlampu jalan.

Sebelah kiri jalan ada sungai yg panjang, sebelah kanan jalan ada area persawahan yang luas. Dibagian jalan beraspal hotmix itu ada banyak rel lori melintasinya, malam itupun ada beberapa lori yang lewat, dengan tanda lampu kecil, agar supaya kendaraan berhenti dan tidak sampai menabrak lori pengangkut tebu yang lewat.


Disaat pikiran mencoba menata mencari makna sesuatu, sebuah sedan mewah menyalip dengan laju yang sangat kencang, dengan lampu halogennya yang amat terang. Dalam waktu yang tidak lama sudah lenyap dalam pandanganku yg duduk dibangku terdepan, hanya tampak sorot lampunya yg kelihatan makin kecil.

Dalam bis itu aku berpikir ulang, andaikan sedan mewah yang melaju sekencang dan secepat itu, tiba-tiba semua instrumen kelistrikannya putus, sehingga semua lampunya padam, padahal jalan didepan berbelok dengan pagar pembatas dari besi ddan beton, pastilah akan menabrak dan hancur berantakan karena tidak tahu lagi arah yang benar.

Bis yang aku naiki tetap jalan dengan kecepatan yang hampir konstan, membawaku dalam perjalanan dari Jember menuju Probolinggo. Aku melayangkan segala pikiranku kemana-mana, menyatukan berbagai hal, menghubungkan berbagai hal tersebut, berusaha membuat arah tautan yang dapat kujadikan pelajaran.

Aku mencoba merasakan suatu tautan-tautan itu, andaikan manusia dalam kehidupan yang amat gelap ini berjalan tanpa sebuah cahaya penuntun, apalah artinya. Tentunya akan berjalan dengan tanpa tahu arah yang benar, mana jalan salah dan mana jalan yang benar, dan akhirnya akan membawa celaka.

Demikian pula meskipun mereka sudah diberi pelita penerang, namun pelita itu tidak digunakan sebagaimana mestinya, malahan pelita itu dilempar kebelakang punggungnya, akankah bisa menyelesaikan seluruh perjalanan dengan selamat sampai tujuan.


Rasa kantuk mulai menyelimuti mataku, karena seharian itu aku belum juga istirahat, sehingga bis yang melaju kencang itu seperti menina-bobokkan aku. Tak terasa akupun tertidur dan baru terbangun ketika sudah hampir memasuki terminal Probolinggo.

Namun perjalanan masih panjang, aku biarkan diriku kembali dalam buaian bis yang melaju kencang itu. Kiranya kita kembali disadarkan oleh ALLAH SWT dengan Firman-NYA;

"QS Asy Syuura[42:52] Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruuhan (wahyu, Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. [42:53] (Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan."

Minggu, 03 Mei 2009

Sepatutnya Kita Bertanya

Ketika kita, makhluq yang bernama manusia mau sedikit menggunakan potensi berpikir kita dengan benar maka kita akan lebih dulu bertanya kepada dirinya sendiri. Disaat usia kita memasuki dewasa dan kita berpikir tentang diri kita sendiri dengan sebuah pertanyaan, dimana diri kita seratus tahun sebelumnya, dan bisa disebut apa diri kita saat itu.

Disaat kita lahir, tak ada sesuatupun yang kita ketahui dan kita ingat, ketika orang banyak mengerubuti kita, mereka tertawa riang, bangga dengan kelahiran diri kita, dan disaat itu kita justru menangis dan dibuat menangis, karena tanpa menangis organ tubuh kita tidak akan bekerja dengan sebaik-baiknya. Dengan menangis itulah organ dalam tubuh kita mulai bekerja dengan proporsional.

Hari demi hari kita lalui, sampai usia kita menjadi dewasa, sedangkan masih banyak hal yang belum bisa kita temukan jawabannya. Bahkan kitapun justru menderita sebuah penyakit dunia modern, penyakit yang memang banyak dialami dan diderita kebanyakan orang, penyakit yang mematikan potensi besar manusia, yakni penyakit "malas berpikir".

Sementara itu waktu terus berputar tanpa komentar apapun tentang diri kita, dia berjalan tanpa memperhatikan apapun perbuatan yang kita lakukan, dia hanya menjadi saksi bisu atas segala yang terjadi padanya, diam ataukah bergerak, salah ataukah benar, dia hanya menyaksikan saja.

Disuatu saat nanti, tentang seratus tahun kedepan, kitapun seharusnya akan bertanya pula tentang saat itu. Dimana kita nanti akan berada, disebut apakah diri kita saat itu, apa aktifitas yang kita lakukan saat itu, dalah sebuah pertanyaan yang seharusnya menggelitik akal pikiran dan hati kita.

Saat ini kita disini, disebuah tempat kecil, bahkan tempat kita berpijak saat ini tidak akan dapat terlihat jika berada di ketinggian sepuluh ribu meter diatas tempat kita berpijak saat ini, apalagi kitapun berada diantara rerimbunan pohon-pohon dan gedung-gedung yang besar.

Diantara kelahiran dan kematian itulah kita disebut berada dan tinggal pada arena kehidupan, yang itupun masih harus dipisah dan dibagi lagi, ada masa kita belum dewasa yang sering disebut sebagai masa anak-anak, dan ada masa lain yang saat itu kita memikul sebuah tanggung jawab, yang harus kita pertanggung jawabkan kelak tentang segala apapun perbuatan yang memang telah menjadi pilihan kita.

Sejenak mari kita perhatikan pernyataan ini; "[76:1] Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? [76:2] Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat."

Seharusnya menusia modern berpikir dan bertanya kepada dirinya sendiri atas beberapa pertanyaan; siapa sebenarnya saya, darimana saya datang, untuk apa saya ada, kemana saya akan pergi.

Setelah itu mari segera kita cari jawabannya.